Hari Minggu, Hari Mencuci (?)

UTS sudah berakhri dua hari lalu, tetapi memang akhir-akhir ini aku merasa penat yang amat sangat. Mulai memuncak sejak berakhirnya UTS Kalkulus Senin lalu dan disusul matematika kontekstual hari berikutnya. sejak saat itu entah mengapa motivasi belajarku sirna sudah. Sebenernya bukanlah UTS kalkulus yang menjadi penyebab utamanya, tetapi suatu yang sangat tidak ingin aku singung lagi. Teman-temanku menyuruhku untuk mencari kesibukan agar bisa melupakan kejadian itu dengan mudah, tetapi tanpa mencari kesibukan pun aku sudah merasa sibuk entah mengapa. Padahal ini masih pertengahan dari awal semester aku di bangku kuliah. Memang sih aku udah biasa sibuk semasa SMA, tapi di kuliah ini benar-benar beda. Beda banget dari SMA. Sesibuk-sibuknya aku semasa SMA dulu tidak pernah merasa sampai sepenat ini, Bahkan sekarang aku harus mengatur jadwal kegiatanku sedemikian rupa agar nggak keteteran sendiri, hal yang jarang sekali aku lakukan saat SMA dulu.

Tapi mencari kesibukan bukahlah jalan satu-satunya ternyata, bahkan temanku Jeje, anak Kalimantan Timur, berkata padaku “Kamu berani mengatur jadwal untuk kesibukanmu, tapi kenapa nggak untuk istirahatmu?” Dia benar. Saat ini aku merasa istirahat adalah hal yang tak perlu untuk dijadwalkan secara khusus, cukuplah mencuri-curi waktu buat istirahat. Tapi ternyata mainset itu salah, justru hal seperti itu lah yang paling gampang memicu stres. Kita manusia bukan robot, sudah seharusnya kita menyediakan waktu untuk beristirahat. Komputer aja jika kita pakai terus-terusan akan panas kan CPU-nya? Begitu pula saat aku cerita tentang masalahku-yang tidak ingin aku singung saat ini-kepada Rifka, temanku dari Kalimantan Tengah. Aku mulai sering cerita masalah-masalah pribadiku ke mereka berdua, mereka enak buat diajak cerita. Mungkin karena aku satu pemikiran dengan Jeje sehingga nyambung dan aku satu golongan darah sama Rifka yang (katanya) kepribadiannya sama. Rifka menyarankanku untuk memperbaiki mood dengan cara balik lagi ke hobi-hobiku. Setelah kupikir-pikir memang sejak awal masuk kuliah ini aku benar-benar tidak pernah meluangkan waktu untuk hobiku. Udah jarang nonton anime, baca manga, baca novel bahkan untuk nulis cerpen dan ngurusi blog ini pun nggak pernah ada waktu. Aku berpikir bahwa itu cukup membuang waktu karena bisa aku gunain untuk hal-hal produktif lain (sok idealis banget nggak sih?). Tapi hal itu nggak berguna lagi sejak masalah ini muncul, justru waktuku kebuang buat mikirin masalah ini yang mana membuat mood-ku semakin buruk dari waktu ke waktu. Rifka bilang “Mending kamu buang waktumu untuk hobi-hobimu yang konsumtif daripada cuma mikirin hal-hal kayak gitu yang nggak penting.” Dia benar. Jalan pertama yang harus aku lakukan untuk mengembalikan mood-ku, aku harus menyempatkan kembali hobi-hobiku. Itulah kenapa aku mulai buat postingan ini lagi. Di postingan ini aku mau menceritakan apa yang aku alami dekat-dekat ini, lebih tepatnya barusan, tadi pagi. Karena aku sudah lupa kegiatan-kegiatanku lalu yang mungkin aku pernah menjanjikan cerita di postingan sebelumnya, iya maafkan diriku yang lalai ini. Tapi inilah titik awal, sebuah garis start untuku kembali ke diriku yang dulu dengan semangat yang lebih baru. Itulah mengapa hari minggu adalah hari mencuci, mencuci pikiran dari hal-hal negatif selama seminggu ini agar bisa menjalani hari dengan penuh semangat seminggu kedepan. Azeek.

Forum Keluarga LSiS, mungkin aku belum pernah cerita. Di semester satu ini aku sudah ikut tiga kegiatan kemahasiswaan, satu kegiatan tingkat universitas yaitu Badan Penerbitan Pers Mahasiswa, satu kegiatan tingkat fakultas MIPA Lingkar Studi Sains (LSiS) dan satu lagi tingkat prodiku Komunitas Fisika Gadjah Mada (KFGama). Lingkar Studi Sains, dari namanya aja udah jelas ini bentuknya seperti apa, Mungkin mudahnya kita mengenal yang namanya Study Club atau Science Club. Tapi ini tidaklah terpaku di hal-hal itu aja, di Lingkar Studi Sains ini berisikan orang-orang yang memang peduli dengan dunia pendidikan khususnya di Fakultas MIPA sendiri, orang-orang yang sangat menjunjung tri darma perguruan tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengambdian Kepada Masyarakat). Aku masuk ke sini bukanlah tanpa alasan, karena aku butuh bekal di sini untuk mewujudkan cita-citaku membangun sekolah sepuluh tahun kedepan. Aamiin.

(Tim Departemen Community Development-Riset siap menggunjang lapangan parkir MIPA)

Agenda Forum Keluarga LSiS hari ini adalah masak bersama, lebih tepatnya lomba masak antar departemen. Dan entah kebetulan karena departemenku sedikit yang ikut maka digabung bareng departemen Riset yang juga dikit personilnya. Maka dibentuklah kelompok Community Development-Riset yang cukup banyak personilnya. Tetapi yang menjadi masalah bukan lagi di sumber daya manusianya, tapi di sumber daya alamnya malahan. Karena kelompok bentukan dadakan jadi kurang persiapan untuk mau masak apanya. Alhasil brainstroming sendiri sudah memakan waktu satu jam sejak jam 9. Tapi untunglah dengan bahan seadanya, dan sedikit tambahan bahan yang dibeli di pasar, kami sepakat untuk memasak capcay, perkedel tahu dan tempe goreng. Karena emang bahan dasar yang diwajibkan adalah tempe dan sawi.

Dengan perlengkapan seadanya, bahkan ada yang minjem kelompok sebelah pula, kami tetap berusaha menghadirkan hidangan yang terbaik. Memang banyak personil cewek di kelompok ini, tapi jarang dari mereka yang punya pengalaman masak sehingga kami para cowok juga ikut terjun. Karena keterbatasan alat dan bahan membuat kelompok kami terlambat satu jam pengerjaannya, yang harusnya selesai jam 11 tapi kami masih progress 70%. Untungnya panitia memberi dispensasi waktu hingga satu jam dan akhirnya berhasil.

(Capcay, Perkedel Tahu dan Tempa A la A la tim kami, hasil dari perlengkapan seadanya)

Dan yang paling mengejutkan adalah masakan seadanya-yang alat dan bahannya ada yang minjem-itu mendapat juara dua. Alhamdulillah banget nggak sih? Kami semua bahkan nggak nyangka hal itu. Tapi inilah, jalan cerita Tuhan mana ada yang tahu, Yang pasti Tuhan adalah penulis cerita terbaik dengan ending yang baik pula, selama kita menjalankan peran kita sebaik mungkin.

(Aku sebagai perkawilan Departemen Community Development dan sebelahku Alit sebagai perwakilan Departemen Riset)

Itulah pelajaran hidup yang kudapatkan hari ini, sebuah usaha tidak akan menghianati hasil akhir. Oleh karena itu janganlah kita terpaku pada hasil akhirnya saja, tetapi usaha yang seharusnya kita lakukan dengan baik malah berabaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *