In the End We didn’t See the Sunrise that Morning

Sebelumnya aku ucapin Selamat Tahun Baru 2014, semoga tahun ini banyak kebahagiaan yang menghampiri kita. Amin.

well, gak kerasa udah tahun baru aja. perasaan baru kemarin deh natal. ternyata waktu begitu cepat ya :”)
ada banyak hal yang udah kulalui di tahun 2013 lalu, dari hal-hal yang bikin seneng sampai yang bikin senep. tapi seperti kata pepatah “Masa lalu biarlah masa lalu” eh… itu lirik lagu dangdut deng.

Di tahun yang baru ini aku mulai kembali lagi ke duniaku, dunia blog. Mungkin setelah setahun lamanya pasif kini aku menemukan panggilanku lagi. tak hanya blog, aku juga akan aktif lagi di youtube, baik dari video penting sampai video gak penting lainnya. mungkin saatnya mengucap “tadaima!” (i’m home) pada mereka, dan ini adalah video pertamaku di tahun 2014, sebenernya cuma video ucapan selamat tahun baru tapi dihias dengan beberapa pernak pernik menarik. silahkan buffer video 2 menitan ini

Iseng aja aku buat video ini, karena waktu nonton kembang api di titik nol Ayub bilang ke aku “Bagusnya sambil dengerin Utakata Hanabi-nya Supercell” aku pun kepikiran bikin ini. Enjoy!

Aku bersyukur malam tahun baru kali ini tidak turun hujan, nggak kayak tahun-tahun sebelumnya, jadi aku bisa menikmati malam tahun baru di luar rumah dan nggak cuma main game atau nonton anime doang.
Jadi disinilah aku, terjebak tengah lautan manusia. Orang-orang berjalan bedesak-desakan menuju perempatan titik nol kilometer di ujung jalan malioboro. Orang-orang ini datang jauh-jauh dari sleman, bantul, kulon progo dan gunung kidul hanya demi menonton 30 menit pertunjukan pesta kembang api. Memang sih niat mengalahkan segalanya. Jalan malioboro yang tidak ditutup adalah penyebab utama keramaian ini, tahun-tahun sebelumnya tidak sepadat ini.

(Salah satu kembang api di titik nol)

Sebelum ke sini, aku transit di rumah Ayub. Dia teman SMAku yang sehobi, yaitu otaku anime. Alhasil sebelum berangkat ke titik nol kami nonton anime dulu buat menghabiskan waktu. Anime “Eve no Jikan” berdurasi 2 jam itu menemani kami berlima (aku, ayub, adiknya dan 2 orang teman SMPnya ayub) menunggu jam 11. Entah kebetulan apa tapi ada kata “Eve” di judul anime itu which mean malam, yang notabene digunakan untuk istilah new year eve (malam tahun baru).

Setelah puas menonton kembang api, sekitar jam 1 pagi kami kembali ke rumahnya ayub. Acara berikutnya yaitu membakar rumah tetangga jagung untuk menunggu matahari terbit pertama di tahun 2014. Sampai disini semua masih berjalan lancar, kecuali jagung yang kami bakar 1000% matang (gosong) karena mal praktikum. Disinilah aku sadar bahwa kalau kita mau membakar jagung, gunakanlah kulit jagung yang dikupas untuk pegangan.

 

(Cerdas! Nyalain anglo pakai bensin)

(I think it isn’t edible anymore)

Yeah, setelah puas bakar membakar rencana berikutnya adalah menunggu matahari terbit. saat itu pukul 3 pagi, saatnya makan krebi peti (?). Tapi naasnya, setelah sholat subuh jam 4 aku ketiduran dan sadar waktu Ibunya Ayub bangunin kami semua pukul 05.30. Sontak aku berlari ke teras rumah dan kudapati langit sudah cerah, menandakan matahari sudah terbit. Shit, i missed the sunrise! Kulirik sekitar kamar, rupanya pada tepar semua. Bahkan Ayub yang terakhir aku lihat dia masih baca manga online di komputernya, kini tertidur pulas dan komputernya dimatiin. Well rencana gagal. Tapi setidaknya euforia semalem tidak akan terlupakan.

Aku ada Quotes untuk para Otaku di Indonesia, terutama mereka yang ikut acara beginian.

Disaat orang-orang menantongi sekotak rokok dan berbagi sebotol bir, kita mengantongi sekotak pocky dan berbagi seboto air mineral #ProudToBeOtaku

(saksi hidup euforia semalam)

Well, kita sudah ada di penghujung postingan. Sekali lagi Selamat Tahun Baru 2014 semuanya!! Tetap setia mantengi blog ini ya, tunggu surprise project di tahun 2014. Oke, Matta ashita~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *