Support Sego Segawe

Photobucket

Ya, jika kalian membaca postingan ini tandanya kalian baru saja membaca tulisanku setelah aku diserang oleh panasnya Matahari dan pengapnya polusi udara. Aku rasa Jogja sudah kebanyakan kendaraan bermotor. Tadi pagi aja waktu aku berangkat sekolah (menaiki sepeda kesayanganku) aku kena macet, dan penyebab macetnya itu tidak lain dan tidak bukan gara-gara pada berebut lampu hijau. Sebagai pengendara sepeda aku merasa terusik, bisa-bisanya pengendara sepeda macam aku kena macet yang disebabkan lampu merah? Bukankah kebijakan lampu merah itu hanya untuk kendaraan bermotor ya? Kenapa aku juga ikut kena? Harusnya pengendara sepeda diberi prioritas agar tidak kena macet gitu. Di kasih fly over kek di tiap perempatan yang ada lampu merahnya (ya, habis itu langsung ngos-ngosan begitu sampai di seberang), atau sepeda di kasih jalan khusus gitu.

Tidak hanya masalah macet, tapi juga masalah panas. Panas yang disebabkan asap knalpot dari kendaraan bermotor tiap lampu merah, nggak cukup kena hanya macet ini malah ketambahan racun. Memang sebaiknya program Sego Segawe (sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe) di lakukan setiap orang, so pasti jalanan Jogja jadi ramai lancar. Tidak ada lagi bunyi klakson motor dan mobil tiap lampu hjiau menyala, tidak ada bau-bau hasil pembakaran lagi di tiap lampu merah.

Photobucket(source: google.com)

support sego segawe!

 

 

Andai pemerintah lebih jeli dalam memperhatikan hal ini, namun menurutku pemerintah saja tidaklah cukup jika tidak didukung oleh masyarakat yang sadar akan kesehatan diri dan lingkungan. Dan menurutku program Sego segawe inilah jawaban atas masalah dan keluh kesah kita selama ini, namun sayangnya Sego Segawe hanya mendapat respon minimal dari masyarakat. Sebagian besar hanya menganggap ini sebagai slogan sahaja.

Sebagai pelajar yang ramah lingkungan (emang motor) aku dengan ikhlas pergi kemana pun dengan sepeda (karena belum boleh naik motor juga sih alasannya), tapi naik sepeda kemana-mana tidaklah sesulit yang kita bayangkan (setidaknya biaya beli minum lebih murah daripada beli bensin :D). Tapi kesannya lebih “ngena” kalo kemana-mana naik sepeda.

Photobucket
This is my Bike

Yang aku ingin tekankan adalah pemerintah dan masyarakat harus lebih peka terhadap pencemaran udara dan kemacetan, coba saja jika semua warga Jogja menggunakan sepeda pasti tidak akan macet. Dan aku ingin Jogja punya program “satu hari khusus untuk sepeda” agar polusi tidak semakin banyak.

Yang jadi pertanyaan adalah: Kenapa orang-orang tidak mau menjalankan Sego segawe?
Takut telat hadir. | Kenapa tidak berangkat lebih pagi?
Nggak bisa bangun pagi. | Sukurin! Makanya pakai alarm.
Nggak punya alarm, beliin dong. | Ih… males, yang butuh siapa juga?
Takut kecape’an. | Emang nge-gowes pulang pergi kantor bikin cape’?
Takut… | Takut apalagi? Bilang aja males, atau nggak punya sepeda?
Nah itu tahu. | !@#$%^

Mungkin itu hanya sedikit jawaban ngasal dari partanyaanku tadi.

(Note: Tulisan diatas hanya berupa asal-asalan belaka. Jika ada kesamaan nama tempat dan tokoh itu hanya asal saja.)