Tanah yang ternodai

Apakah menurut kalian sampah yang menumpuk berbahaya? Jika kalian menjawab iya, berarti kalian telah lulus tes kesehatan (apa hubungannya?). Iya, sampah yang menumpuk memang sangat berbahaya. Selain dapat menimbulkan bibit penyakit, juga dapat menjadikan pencemaran tanah. Hal ini sangat berbahaya bagi lingkungan kita.

Aku pribadi pernah merasakan dampak pencemaran tanah, cerita dikit ni ya. Waktu itu aku masih duduk di kelas 7, dan kebetulan kelasku itu terletak di pojok paling belakang. Tiap hari selalu tercium bau-bau sampah (aku kira itu bau dari tempat sampah kelasku, ternyata tidak). Ternyata, di belakang sekolahku ada TPS (Tempat Pembuangan Sampah) punyaan desa Bumijo, dan ternyata sampah-sampah di sana jarang diangkuti sehingga menjadi menimbun dengan tanah. Akhirnya pihak sekolahku lapor ke pihak kelurahan, dan sekarang tiap pagi sampah-sampah disitu diangkut dengan bulldozer dan dua unit mobil sampah (abis banyak sekali sampahnya). Namun baunya tetap tidak hilang. Kenapa? Karena sampah-sampah itu sudah tertimbun dengan tanah. Itu lah salah satu dampak pencemaran tanah.Watch Full Movie Online Streaming Online and Download

Photobucket
Sampah yang menggunung (source: google.com)

Agar menghindari terjadinya hal tersebut, diberlakukannya program pemisahan sampah. Makanya ada tempat sampah yang berwarna-warni itu.

Photobucket (source: google.com)
Agar pencemaran tanah ini tidak meluas ke seantero jagad (duileh bahasanya!), aku ingin pemerintah lebih menghimbau agar pemisahan sampah dapat berjalan dengan baik.

Aku akan memberi sedikit tips untuk membantu pemerintah menyelesaikan hal ini:

1. Jangan membuang sampah pada tempatnya sembarangan. Selain menyebabkan pencemaran juga dapat membuat lingkungan kotor.
2. Pisahkan sampah yang organik dengan yang non organik. Sampah plastik, kertas, dll termasuk sampah non organik.
3. Himbau teman agar mereka tidak membuang sampah sembarangan.

Nah, aku harap tulisanku ini dapat membantu meringankan beban tanggungan pemerintah dalam mengatasi sampah yang berserakan.

Sekian terimakasih.

2 thoughts on “Tanah yang ternodai

Comments are closed.